Minggu, 17 November 2013

Senyawa aromatik "Polisiklik"


Polisiklik
        
    Senyawa aromatik polisiklik adalah senyawa dengan dua atau lebih cincin benzena (polinuklir).  Ada tiga senyawa aromatik polisiklik yang umum, yaitu naftalena, antrasena, dan fenatrena. Senyawa heterosiklik aromatik adalah senyawa siklik yang memiliki dua atau lebih unsur yang berbeda dalam cincin. Senyawa heterosiklik aromatik enam anggota yang umum adalah piridina, yaitu suatu basa lemah dengan cincin bermuatan positif parsial. Senyawa poliheterosiklik aromatik adalah suatu heterosiklik cincin terpadu yang memiliki struktur seperti naftalena, contohnya kuinolina dan isokuinolina.  Pirola, furan, dan trofena adalah senyawa aromatik heterosiklik yang memiliki lima anggota dalam cincin. 

     Grafit merupakan salah satu contoh senyawa polisiklik. Struktur grafit terdiri atas bidang-bidang cincin benzena terpadu. Jarak antara setiap dua bidang (sekitar 3,5 ) diduga merupakan ketebalan sistem ikatan  π (pi) dari benzena. Sifat licin dari grafit disebabkan kemampuan bidang-bidang ini dapat bergeser satu sama lain. Berdasarkan sifat ini maka grafit sering digunakansebagai pelumas. Akibat elektron π yang dapat berpindah-pindah dan terdelokalisasi, grafit dapat menghantarkan arus listrik dan digunakan sebagai elektrode pada baterai.
          

Permasalahan : Dalam benzena, semua panjang ikatan C-C sama, akibat proses delokalisasi atau resonansi ikatan phi   yang sempurna.
Mengapa dalam senyawa polisiklis aromatis, panjang ikatan karbon-karbon tidak semuanya sama?
dan Bagaimana reaksi Oksidasi yang terjadi pada Polisiklik?

3 komentar:

  1. Nama : Aprizal
    NIM : A1C112015

    Baiklah saya akan mencoba menjawab permasalahan anda..

    Senyawa polisiklis aromatis adalah senyawa polisiklis yang
    menunjukkan sifat-sifat aromatis, ditunjukkan oleh beberapa ciri, seperti
    berstruktur berupa cincin datar, setiap atom anggota cincin berhibridisasi sp2 (memenuhi aturan Huckel)..

    Dalam benzena, semua panjang ikatan karbon-karbon adalah sama.
    Padahal telah diketahui bahwa panjang ikatan tunggal pada alkana (C-C) dan
    ikatan rangkap pada alkena (C=C) tidak sama, yaitu panjang ikatan C-C = 1,54 Ǻ
    dan C=C = 1,34 Ǻ. Hal ini menunjukkan bahwa elektron-elektron terbagi
    secara merata di sekeliling cincin benzena, akibat proses delokalisasi atau
    resonansi ikatan yang sempurna. Dalam senyawa polisiklis aromatis, panjang
    ikatan karbon-karbon tidak semuanya sama. Misalnya, panjang ikatan karbon-karbon pada naftalena antara karbon 1 dan 2 (1,36 Ǻ) lebih pendek dari panjang ikatan antara karbon 2 dan 3
    (1,40 Ǻ).

    Sebenarnya ada gambar nya yang ingin saya tunjukkan, tapi berhubung tidak bisa di posting dalam komentar ini. Nanti akan saya tunjukkan kepada saudara..

    Berdasarkan data panjang ikatan tersebut, dapat diperkirakan bahwa dalam
    cincin naftalena elektron tidak tersebar secara merata. Terdapat bagian cincin
    naftalena yang lebih menampilkan karakter ikatan rangkap, yaitu yang
    mempunyai panjang ikatan mendekati panjang C=C dalam alkena, dan terdapat
    pula bagian cincin naftalena yang lebih menampilkan karakter ikatan tunggal,
    yaitu yang mempunyai panjang ikatan C-C dalam alkana.

    BalasHapus
  2. Pada senyawa aromatic polisiklik diperkirakan dimana electron pi tidak tersebar merata ,, seperti contohnya naftalena. Terdapat bagian cincin naftalena yg lebih menampilkan karakter ikatan rangkap. Yaitu yang mendekati panjang ikatan antar karbon rangkap pada alkena. Untuk lebih jelasnya anda bias berkunjung pada alamat :

    file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR.../modul_3_polisiklis.pdf‎

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus